Senin, 25 Juni 2012

Pengukuhan Byson Yamaha Owner Indonesia Club (BYONIC)

0 komentar
honda,motor,setting,suzuki,yamaha,modifikasi,otomotif,motobike,merek,bajaj,kawasaki,minerva,vespa,accesories,pasang,artis,bengkel,teknologihonda,motor,setting,suzuki,yamaha,modifikasi,otomotif,motobike,merek,bajaj,kawasaki,minerva,vespa,accesories,pasang,artis,bengkel,teknologimotobike,dalam,komunitas,penggemar,otomotif,deklarasi,menjadi,suatu,pengukuhan,atas,berdiri,sebuah,klub,baru,agar,diakui,keeksistensian,atau,keberadaan,dalam,dunia,olahraga,otomotif,indonesia,untuk,lah,byson,yamaha,owner,indonesia,club,byonic,pada,hari,sabtu,kemarin,192,resmi,mendeklarasikan,diri,acara,sebut,diad,di,area,surga,biker,sgb,kota,depok,pihak,panitia,sendiri,mengung,sekitar,90,klub,motor,berbagai,daerah,datang,kes,150an,klub,abdul,rohman,selaku,ketua,panitia,untuk,byonic,sendiri,datang,berbagai,daerah,seperti,lampung,palembang,jogja,semarang,pati,bandung,sukabumi,bogor,deklarasi,untuk,menjalin,persaudaraan,klub,atau,komunitas,motor,lain,ivan,selaku,ketua,umum,byonic,wadah,untuk,ikut,mensosialisasikan,tata,cara,berkendara,baik,benartambah,saat,jumlah,anggota,byonic,data,sudah,lebih,400,orang,acara,berlangsung,sore,hingga,tengah,malam,sebut,berlangsung,meriah,diisi,tarian,daerah,aksi,freestyle,street,magic,band,performance,dj,performance,seruduk,bro,

MotoBike - Dalam komunitas penggemar otomotif, deklarasi menjadi suatu pengukuhan atas berdirinya sebuah klub baru agar diakui keeksistensian atau keberadaannya dalam dunia olahraga otomotif Indonesia. Untuk itulah Byson Yamaha Owner Indonesia Club (Byonic), pada hari Sabtu kemarin (19/2) resmi mendeklarasikan diri.

Acara tersebut diadakan di area SurGanya Biker (SGB) Kota Depok. Pihak panitia sendiri mengundang sekitar 90 klub motor dari berbagai daerah,”tapi yang datang kesini sampai 150an klub,”ujar Abdul Rohman, selaku ketua panitia. Untuk Byonic sendiri juga datang dari berbagai daerah, seperti Lampung, Palembang, Jogja, Semarang, Pati, Bandung, Sukabumi dan Bogor.

“Deklarasi ini juga untuk menjalin persaudaraan dengan klub atau komunitas motor lainnya,”ujar Ivan, selaku ketua umum Byonic. “Juga sebagai wadah untuk ikut mensosialisasikan tata cara berkendara yang baik dan benar,”tambahnya. Sampai saat ini jumlah anggota Byonic yang terdata sudah lebih dari 400 orang.

Acara yang berlangsung dari sore hingga tengah malam tersebut berlangsung dengan meriahnya. Diisi juga dengan tarian daerah, aksi freestyle, street magic, band performance dan DJ performance.

Seruduk bro..!!!

Sok Depan Yamaha Byson, Jadi Incaran Builder

0 komentar



Ada beberapa patokan ideal untuk desain jap’s, choppers, pro street dan modifikasi lainnya. Paling utama, peranti pendukung yang kokoh dan terkesan muscle. Tentunya fungsinya juga maksimal, bisa meningkatkan performa dan menjamin kenyamanan. Salah satunya peredam kejut alias sok depan.

Kehadiran Yamaha Byson misalnya, enggak cuma disambut antusias sebagai salah satu pilihan daily rider. Tapi, beberapa partnya jadi incaran. Di Kalangan builder, sok Byson menjadi salah satu idola sekarang ini.

”Sangat ideal untuk motor-motor modifikasi, baik choppers ataupun jap’s juga braty,” buka Moch. Safei alias Pei, punggawa 52 Custom di Kunciran, Tangerang.

Untuk motor-motor produksi masal, diameter sok depan memang paling besar yakni 41 mm. Seukuran punya moge.”Klien di bengkel saya juga banyak yang pake. Suka karena diameter as-nya gede itu,” jelas Eric Ariyanto dari Pit Bike di Jakarta Barat.

Sampai saat ini, sok depan Byson dianggap paling gede untuk motor lokalan. Dibanding Kawasaki Ninja 250R saja, sok punya Byson tetap lebih gede. Sehingga terlihat kokoh atau kekar.

Kalau dulu yang diburu punya Ninja 150, kini sok Byson penggantinya. Dulu punya Ninja 150 juga laris-manis seperti punya Byson. Namun kini pamornya hilang dimakan Byson.

Khusus sok Byson, bukan cuma diameter asnya yang gede. Juga memiliki segitiga yang lebar. Sehingga bisa dipasangi pelek yang lebar juga. Masuk sampai 3,5 inci,” tambah Eric yang bengkelnya spesialis Yamaha Scorpio itu.

Sebagai pebengkel dia juga ngasih solusi mendapatkannya. ”Untuk sok komplit dengan T atas-bawah, seharga Rp 1,7 juta,” kata Eric.

Harga segitu belum termasuk ongkos pasang. Apalagi kalau diterap di motor lain. Harus ganti as komstir yang tentu saja bisa memindahkan dari as standarnya.

Ketengan teknis lebih banyak, Pei dan Eric mempersilakan untuk konsultasi. Pei bisa dikontak di 085714666775 dan Eric di (021) 28899980. (motorplus-online.com)

Footstep Aftermarket Yamaha Byson, Baru Dari NUI Racing

0 komentar



Makin banyak saja aksesori khusus Yamaha Byson, salah satu yang baru adalah footstep aftermarket dari NUI Racing Project. Produk buatan Thailand ini mulai merambah pasar lokal.

"Saat ini memang sudah banyak produk footstep untuk Yamaha Byson, tapi ini yang terbaru," buka Herman dari Bintang Motor.

“Bahannya dari bahan almunium. Eye cathing dengan pilihan warna hitam, titanium dan silver. Yang pasti lebih keren dari footstep standar,” promo Herman sambil menyebut harga Rp 750 ribuan.

Selain itu, efek dari aplikasi footstep ini posisi kaki jadi sedikit lebih tinggi dan mundur. Posisi duduk lebih sporty, makin enjoy untuk diajak menikung saat touring.

Langsung sambangi bengkel yang terletak di Jl. Ciledug Raya, Puri Beta 1 Petos 6, No.6-8, Tangerang (021)7309298, 70827955. (motorplus-online.com)

Bajaj Pulsar, The Real West Java Style

0 komentar


Banyak hal bisa disimak dari karya Mukti Ali dari Mukti Djaya Internusa (MDI) dan bro Uie builder Evolution Young Street Custom. Mukti sekaligus owners, punya romantika khusus pada terobosan Mr. James Parker lewat system RADD-nya. Yap, sistem ini menginpirasi konstruksi hub centered steering yang pertama dilakoni Parker terhadap Honda XL600 R tahun 1984. Kemudian dipakai di Bimota Tesi 1990 lanjut ke modifikasi Yamaha FZ750.

“Terkesan futuristik! Roda yang dikemudikan setang akan belok kiri-kanan lewat tarik-ulur link di kanan arm. Di sisi kiri roda, terpasang tuas spanner sebagai penguat dan penstabil tarik-ulur as rodanya,” kata Mukti.

Masih soal suspensi, estetika clean minimalis khas West Jateng Style bagian belakang pakai system unitrak ditopang monosok Satria FU. Posisi sok nyaris horisontal mirip style suspensi belakang Ninja 650 yang sekarang sedang booming di jalanan Indonesia.

Makin sip, penerus dayanya pakai system shaft drive. Bukan begitu, Bro? “Kamu tertipu! Penerus daya tetap konvensional pakai rantai. Supaya keren, swing arm dibuatkan kondom yang didesain menutupi rantai penerus daya ini,’’ jelas Mukti lagi.

Ke bagian atas, modifikasi ini terbilang x-tra ordinary. Secara desain, Mukti menganut gaya bulldog style alias besar ke depan untuk motor musle bike ini. Bagian depan memang jadi perhatian utama. Penyeimbangnya, zona belakang dibuat lebih kecil. Buntut ala café racer new school diterap kedua builder ini.

ngumpet dan menyatu dengan buntut. Lewat rancangan undertail ini, bagian belakang jadi sangat clean untuk menyeimbangkan rancangan depan yang relatif ribet,” ungkap builder yang mengaku terispirasi saat melihat iklan Bajaj Pulsar yang bisa jadi ujud robot itu.

Di mata Em-Plus, taste Mukti memang layak diapresiasi. Latar belakangnya sebagai penikmat motor antik juga scramblers, secara enggak sengaja terbawa di motor ini.


Unsur klasik bisa dilihat sedikit dari simplisitas belakang dan pilihan warna kalem yang tidak memusingkan mata. Gaya-gaya psychodelic, pop art dan unsur garage style juga kelihatan dari pilihan undertail dan righ side monosoknya. Caranya mengedepankan unsur futuristik lebih pada kontruksi RADD dan unitrak di suspensi belakang.

Dinilai dari efisiensi dan kemudahan reka bentuk, MDI dan Evolution Young Street memilih fiber sebagai bodywork dominan di motor ini. Terus terang, gaya bulldog punya banyak kendala khususnya merancang bodi yang sinergi, tak memutus garis desain dari depan ke belakang. Untuk soal ini, Mukti CS termasuk berhasil memadukan gradasi menyiku dan rounded di soal bodi.

Ujud motor misterius sesuai yang diinginkan builder. Sip lah! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek: Genuine Pulsar-Ninja 250R
Ban belakang: Corsa 150/70-17
Pijakan kaki: V-ixion
Setang: Custom
Kaliper belakang: Marzocchi
MDI : 08122-668-333

Sabtu, 23 Juni 2012

Tips Yamaha Byson Ini Dia Piston Bore Up Pilihan Buat Yamaha Byson!

14 komentar



Ada cara mudah untuk mendongkrak power Yamaha Byson. Cukup main bore up, kapasitas silinder bengkak dipastikan bakal bikin tenaga mesin juga meningkat drastis.

Biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Kurang dari sejuta sudah pasti ngacir. Namun untuk dongkrak volume silinder Byson harus menentukan dulu piston yang digunakan.

Mari bertanya pada Ko An alias Andy Mulky dari Cahaya Logam Motor. Mekanik dari Bates, Kreo, Ciledug, Tangerang itu pernah bore up Byson milik Arief Rahmanto dari Tigaraksa, Tangerang.

Menurut Ko An, piston bisa menggunakan milik Honda Tiger atau Scorpio. Kalau untuk harian cukup pakai milik Tiger. Versi aftermarket seperti buatan NPP dijual Rp 132.300. Atau menggunakan piston GL-Pro Neo Tech yang jenong. Namun jenongnya juga harus dipapas malah mubajir. Harganya Rp 137.400.

Harga segitu untuk piston ukuran standar sampai oversize 200. Lebih dari itu sampai oversize 300 dijual Rp 202.000. Dijual satu set termasuk piston, ring, pin dan klip.

Selain lebih murah, “Menggunakan piston Tiger atau GL-Pro Neo menguntungkan. Karena pen piston sama dengan milik Byson. Yaitu 15 mm,” jelas Ko An.

Namun menggunakan piston Tiger lebih tinggi 1mm. Untuk itu, kepala piston harus dipotong (gbr. 1). Supaya tidak nyundul dan tidak nabrak klep.

Kepala piston bagian samping dipotong 0,5 mm. “Sementara untuk bagian tengah, dibikin rada jenong agar kompresi lebih tinggi. Dome piston jadi seperti milik GL Pro Neo Tech,” jelas mekanik beruban yang jago karburator itu.

Selain itu, di kepala piston juga harus dibuatkan coakan. Posisinya disesuaikan letak klep di kepala silinder. Coakan ini dimaksudkan untuk laluan klep agar tidak membentur seher (gbr. 2).

Ko An pakai piston Tiger oversize 200. Diameternya 65,5 mm. Dipadu stroke standar milik Byson yang 57,9 mm. Hasilnya silinder 195 cc. Namun menggunakan piston Tiger, yang perlu diingat pantat piston (gbr. 3). Kudu dipapas 1 mm , khawatir mentok kruk as.

Akibat pemakaian piston gede ini, ruang bakar juga harus dibenahi. Dibuatkan squish mengikuti besarnya diameter piston baru (gbr. 4). Bentuk squish berupa nat seperti di Tiger standar.
DAFTAR HARGA
1. Piston kit NPP Rp 132.300
2. Boring diesel Rp 350.000
3. Pasang boring Rp 180.000
4. Papas seher Rp 60.000
5. Paking Rp 10.000
6. Squish Rp 50.000
7. Pilot-jet Rp 30.000
Total Rp 812.000

BORING DIESEL

Pemakaian piston gede tentunya harus diikuti penggantian boring. Supaya kuat, Ko An menggunakan boring untuk mesin diesel. Harap maklum, harganya mahal.

Boring asli Byson diselimuti aluminium yang menyatu dengan blok. Begitu dipasangi boring diesel, liner aluminium asli Byson juga masih.

Kondisi itu masih menguntungkan, selain mudah melepas panas juga masih bisa masuk ke dalam lubang crankcase standar. Diameter luar boring 73 mm, sedang diameter lubang crankcase 76 mm.

Degan begitu sebenarnya bisa juga menggunakan piston milik Scorpio 70 mm. Diameter luar boring dibikin 75 mm. Tebal boring masih ada 2,5 mm. Namun harus main bos di pen piston karena punya Tiger 15 mm sedang Scorpio 16 mm. Terakhir, Ko An mewanti harus ganti knalpot.

Cara Menaikan Performa Yamaha Byson Agar Semakin di Depan

0 komentar

diakui penampilan Yamaha Byson memang paling macho di kelasnya, dengan bodi yang berotot dipadu dengan velg racing 17" berprofil lebar bikin yang menungganginya semakin percaya diri, tapi disisi lain banyak yang menilai performa motor macho ini tak segarang tampilannya. Berikut merupakan Cara Menaikan Performa Yamaha Byson Agar Semakin di Depan :
1. Karburator
Pengabut bahan bakar bawaan motor tipe vakum, bagi speedgoers dianggap kurang responsif. Makanya dilengserkan, gantinya model skep konvensional yaitu Keihin PE 28. Pemasangan tetap pakai intake manifold standar, hanya karetnya pakai slang radiator mobil.
Paduannya filter minim hambatan bikinan Koso. Nah setelah diseting, spuyernya ketemu kombinasi pilot jet 42 dan main jet 110.
2. Knalpot
Knalpot standar yang banyak lekukan dan menggunakan katalic dianggap menjadikan performa Yamaha Byson ngempos, gantinya pakai knalpot freeflow sehingga pambuangan gas menjadi lebih lancar. Banyak knalpot freeflow yang beredar seperti knalpot bikinan AHRS, R9, atau stanlee
3. Pengapian
Pengatur pengapian diandalkan mengandalkan tipe Racing seperti bikinan BRT tipe terbaru, Power Max Dual Band. Paling kentara limiter-nya terkoreksi jauh lebih tinggi, mencapai 12.000 rpm, bandingkan dengan pengapian standar milik byson yang hanya pada 9.500 rpm tapi sudah brebet. Nah dari sini kentara nafas mesin lebih panjang, top speed meningkat.
Agar lebih sip lagi, koil pakai yang berkemampuan lebih tinggi, seperti Blue Thunder, dan masih ditambah koil booster seperti bikinan APS Motomax, tipe Strom.


Dari berbagai sumber diketahui bahwa dengan menerapkan aplikasi parts diatas, hasil pengukuran dynamometer milik Ultraspeed Racing (UR), di Jl. HOS Cokroaminoto No.42, Ciledug, Tangerang. Setelah dioprek jadi 13,34 dk/8.654 rpm, torsi 12,6 Nm/5.900 rpm. Artinya power naik 1,78 dk dan torsi 0,1 Nm dari kondisi standar yang hanya 11,56 dk/7.708 rpm dan 12,5 Nm/5.611 rpm.


 
 


Masih Loading...


Tunggu sebentar...Byonic Luwuk....

Selamat Datang bahasa inggrisnya welcome

Selamat datang di blog Byonic Luwuk, saya harap anda senang berada diblog sederhana ini. Blog ini saya tulis dengan komputer yang sederhana dan koneksi internet yang juga sederhana. Saya berharap Anda sering datang kembali. Silahkan anda mencari hal-hal yang baru di blog Byonic Luwuk Selengkapnya tentang blog ini

Sekilas tentang Byonic Luwuk

Byonic Luwuk dideklarasikan tepatnya bulan Juni 2011,yang mempunyai visi dan misi safety riding dan kebersamaan antara sesama anggota khususnya dan sesama club motor lainnya pada umumnya. semoga dengan adanya blog ini bisa menambah erat silaturahmi sesama bloger khususnya para bikers

Tempat Kopdar

Byonic Luwuk mempunyai agenda rutin kopdar setiap jum'at malam yang bertempat di teluk Lalong

Social Stuff

Info